Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2011

Perencanaan dan Pengelolaan Pembelajaran

Gambar
a. Perencanaan Pembelajaran Salah satu fungi manajemen adalah perencanaan. Program kegiatan apapun perlu direncanakan dengan baik, sehingga semua kegiatan terarah bagi tercapainya tujuan. Perencanaan harus dibuat dengan sebaik-baiknya. Perencanaan merupakan pedoman kerja bagi para pelaksana terkait, baik manajer dalam hal ini adalah kepala sekolah maupun staf dalam melaksanakan tugas dan fungsinya masing-masing. Selain itu menurut Bafadhal (2003: 42), rencana juga merupakan acuan dalam upaya untuk mengendalikan kegiatan lembaga, sehingga tidak menyimpang dari tujuan yang telah ditetapkan. Oleh karena begitu pentingnya perencanaan tersebut maka seorang manajer harus memiliki kemampuan merencanakan program. sedangkan Terry (1993:17) menyatakan bahwa perencanaan adalah menetapkan pekerjaan yang harus dilakukan oleh kelompok untuk mendapai tujuan yang ditetapkan. Nana Sudjana (2000: 61) mengatakan bahwa perencanaan merupakan proses yang sistematis dalam pengambilan keputusan terhadap ti...

Manajemen Pembelajaran dalam Perspektif Islam

a. Pengertian Manajemen Pembelajaran Manajemen pembelajaran adalah segala usaha pengaturan proses belajar mengajar dalam rangka tercapainya proses belajar mengajar yang efektif dan efisien. Manajemen program pembelajaran sering disebut dengan manajemen kurikulum dan pembelajaran (Bafadhal, 2004: 11). Pada dasarnya manajemen pembelajaran merupakan pengaturan semua kegiatan pembelajaran, baik dikategorikan berdasarkan kurikulum inti maupun penunjang berdasarkan kurikulum yang telah ditetapkan sebelumnya, oleh Departemen Agama atau Departemen Pendidikan Nasional. b. Manajemen Pembelajaran dalam Perspektif Islam. Manajemen dalam perspektif Islam berbeda dengan manajemen menurut barat . Hal ini dikarenakan dasar-dasar manajemen dalam Islam bersumber dari Al Qur’an dan Sunnah. Menurut Gibson yang dikutip Ndhara (1988: 93) mendifinikan manajemen sebagai berikut: “Management consist of activites under taken by one or more person to corrdinate the activities of others person to achieve...

Pendekatan Sistem dalam Pembelajaran

Gambar
a. Pembelajaran sebagai Sistem Sistem adalah kesatuan yang terdiri dari komponen-komponen yang terpadu dan berproses untuk mencapai tujuan (Gordon, 1990; Puxty, 1990). Bagian suatu sistem yang melaksanakan suatu fungsi untuk menunjang usaha pencapaian tujuan disebut komponen. Dengan demikian sistem terdiri dari komponen-komponen yang masing-masing komponen mempunyai fungsi khusus. (Sadiman, dkk. 1988: 13). Pendekatan sistem pada mulanya digunakan di bidang teknik mesin (engineering) untuk merancang sistem-sistem elektronik, mekanik dan militer. Kemudian pendekatan sistem melibatkan sistem manusia mesin, dan selanjutnya dilaksanakan dalam bidang keorganisasian dan manajemen. Pada akhir tahun 1950 dan awal 1960-an mulai diterapkan dalam bidang pendidikan dan pelatihan. (Hamalik, 2002: 4) Pendekatan sistem yang diterapkan dalam pembelajaran bukan saja sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga sesuai dengan perkembangan dalam psikologi belajar sistematik, yang ...

Konsep Pembelajaran Unggul di Madrasah Ibtidaiyah

a. Pengertian Pembelajaran Pembelajaran merupakan suatu upaya yang dilakukan oleh guru, instruktur atau pembelajar dengan tujuan untuk membantu siswa (Setyosari; 2003: 6). Senada dengan hal itu juga diungkapkan oleh Degeng (1998), bahwa pembelajaran adalah upaya untuk membelajarkan siswa, secara khusus pembelajaran merupakan upaya yang dilakukan oleh guru, instruktur, pembelajar dengan tujuan untuk membantu siswa atau peserta didik. Menurut Muhaimin (1996: 99), pembelajaran adalah upaya membelajarkan siswa/peserta didik untuk belajar. Kegiatan ini akan mengakibatkan siswa mempelajari sesuatu dengan cara lebih efektif dan efisien. Sedangkan menurut Hamalik Pembelajaran merupakan suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan, dan prosedur yang saling mempengaruhi dalam mencapai tujuan pembelajaran. (Hamalik, 2003: 57). Dari beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran adalah usaha manusia yang dilakukan dengan tujuan...

Desain dan Jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

Oleh: M. Asrori Ardiansyah, M.Pd Pendidik di Malang Desain dan Jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Raka Joni mengemukakan bahwa penelitian tindakan kelas (PTK) merupakan suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan untuk meningkatkan kemampuan rasional dari tindakan-tindakan yang dilakukannya itu, serta untuk memperbaiki kondisi-kondisi di mana praktek-praktek tersebut dilakukan (Soedarsono, 2001: 2). Suharsimi mengatakan bahwa penelitian tidakan kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama (Suharsimi, 2007:3). Menurut Mulyasa penelitian tindakan kelas (PTK) adalah kegiatan penelitian untuk mendapatkan kebenaran dan manfaat praktis dengan cara melakukan tindakan secara kolaboratif dan partisipatif. Kolaboratif adalah adanya kolaborasi antara berbagai disiplin ilmu, keahlian dan profesi dalam memecahkan masalah, sedang partisipatif adal...

Pembelajaran Kooperatif Model TGT

Gambar
Menurut Hopkins (Noornia, 1997:14) Teams-Games Tournament (TGT) merupakan bentuk pembelajaran kooperatif di mana setelah siswa belajar secara individual, untuk selanjutnya dalam kelompok masing-masing anggota kelompok. Mengadakan turnamen atau lomba dengan anggota kelompok lainnya sesuai dengan tingkat kemampuannya. Seperti karakteristik pembelajaraan kooperatif lainn ya, TGT memunculkan adanya kelompok dan kerjasama dalam belajar. Di samping itu, terdapat persainga antar individu maupun antar kelompok. Dalam TGT, siswa yang mempunyai kemampuan dan jenis kelamin yang berbeda dijadikan dalam sebuah tim yang terdiri dari 4 sampai 5 siswa. Sebagai salah satu model pembelajaran kooperatif TGT sangat mudah diterapkan, melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus membedakan adanya perbe daan status, melibatkan siswa sebagai tutor sebaya, dan adanya unsur reinforcement. Kemudahan penerapan TGT ini disebabkan dalam pelaksanaanya tidak adanya fasilitas pendukung yang harus tersedia seperti pe...

Hakikat Pembelajaran Kooperatif (Cooperatif Learning)

Oleh: M. Asrori Ardiansyah, M.Pd Pendidik di Malang PEMBELAJARAN KOOPERATIF Belajar kooperatif (Cooperatif Learning) adalah metode belajar mengajar yang didesain untuk mengembangkan kerjasama dan tanggung jawab siswa. Metode ini dirancang untuk mengurangi persaingan yang banyak ditemui di kelas dan cenderung mengarah pada pola “kalah dan menang” (Slavin, 1994). Definisi di atas menjelaskan bahwa belajar kooperatif merupakan model pembelajaran yang menekankan adanya kerjasama antara siswa dalam kelompok untuk mencapai tujuan belajar. Lebih lanjut Watson (Jufri, 2000:14) menyatakan bahwa cooperatif learning (belajar kelompok) merupakan suatu lingkungan belajar di kelas, di mana para siswa bekerja dalam kelompok-kelompok kecil yang mempunyai kemampuan yang berbeda-beda untuk mencapai suatu tujuan umum. Belajar kelompok merupakan pendekatan yang dilakukan agar siswa dapat bekerja sama dengan yang lain untuk memahami kebermaknaan isi pelajaran dan bekerja sama secara akt...

Evaluasi Prestasi Belajar

Gambar
1. Pengertian Evaluasi Belajar Menurut Sudjana (1990:31) evaluasi adalah “proses pemberian atau menentukan nilai kepada objek tertentu berdasarkan suatu kriteria tertentu”. Sedangkan menurut Rusli (1990:22) bahwa yang dimaksud evaluasi adalah “suatu proses sistematik untuk menentukan sampai berapa jauh tujuan intruksional dapat dicapai oleh siswa”. Dari uraian di atas maka evaluasi mengandung dua aspek yang penting yaitu: a. Dalam evaluasi terdapat suatu proses sistematik untuk mengukur apakah siswa dapat mendiagnosa, menyeleksi dan menyelesaikan suatu pekerjaan. b. Evaluasi digunakan untuk mengukur, menilai pencapaian tujuan dan keberhasilan dari kerja atau usaha guru. Berdasarkan pengertian di atas maka pengertian evaluasi dan penilaian adalah istilah-istilah yang lebih luas artinya dari pada pengukuran. Evaluasi mencakup deskripsi kelakuan (behavior) siswa secara kualitatif maupun kuantitatif dan terhadap penilaian kelakuan tersebut. Sedangkan ukuran hanya terbatas pada asp...

PTK Pembelajaran Matematika (Contoh Laporan PTK)

Disebarkan Oleh: M. Asrori Ardiansyah, M.Pd Pendidik di Malang USAHA MENINGKATKAN KONSENTRASI SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI KETRAMPILAN GURU MENGELOLA KELAS PADA SISWA MTs Oleh: Sumardi Jurusan Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan konsentrasi siswa dalam pembelajaran matematika dan mendorong serta melatih guru guru matematika Mts melalui “ action research” diharapkan dapat memecahkan masalah yang dihadapi guru di kelas dengan menggunakan cara berpikir sistematis. Untuk mencapai tujuan tersebut peneliti berkolaborasi dengan guru-guru matematika dengan melakukan penelitian tindakan kelas berbasis kelas. Langkah analisis dilakukan dengan dialog awal, perencanaan tindakan pembelajaran, pelaksanaan tindakan, observasi, refleksi dan evaluasi.Penelitian dilakukan dengan empat kali putaran. Hasil penelitian adalah terjadi peningkatan konsentrasi s...